Kamis, 25 April 2013

Fathimah-ku yang Sedang Senang Bernyanyi

InsyaaLlah 2 Mei 2013 ini Fath-ku akan memasuki 4 tahun pertamanya. Sedang lucu-lucunya sih menurut saya. Hahahaa...ya iyalah, saya kan Emak-nya.
Sekarang Fath sedang senang bernyanyi. Nyanyi apa saja. Pada Hari Minggu, Burung Kakak Tua, Naik-naik ke Puncak Gunung, Ambilkan Bulan, I love You-nya Barney , Kring-kring Bunyi Sepeda dan Anak Kambing Saya.
Fathimah Nurzakiyyah Muthi'ah (dok.pribadi)

Kadang-kadang Fath keterlaluan juga candunya, masa di atas angkot dia masih nyanyi-nyanyi. Eh...tak jarang pula ia mengajak saya berduet.
Kalau ngajak duet di rumah sih, sudah biasa ya. Tapi ini di angkot, alamaak. Bakal berlinang air mata deh kalau saya menolaknya. Kadang kala saya sanggupin juga, namun terkadang saya tolak. Malu euy, penumpangnya ramai.

Di rumah sih kami sering duet, bersahut-sahutan gitu. Bahkan ketika hari libur atau di kala kakak-kakaknya dah pulang sekolah sering kali kakak-kakaknya menemani Fath bernyanyi. Saking serunya kadang sampai bertengkar, tentang siapa yang memulai bait awal.

Ini lagu salah hafal Fath ,
"KEpada hari Minggu kuturut ayah ke kota, naik DENGAN istimewa kududuk di muka, duduk disamping pak kusir yang sedang bekerja, MENGANDADA kuda supaya baik jalannya."
Ini adalah lagu salah lafaz, kalau dibenerin langsung, dia enggak mau. Sudah merasa dirinya benar masalahnya. Maka cara yang paling jitu untuk membenarkannya adalah ya dengan duet bersama.

Di usianya yang sekarang Fath dah bisa do'a makan sendiri, walau belum sekolah. Dah bisa do'a mau tidur dan do'a meninggalkan rumah serta naik kendaraan. Untuk do'a yang agak panjang ini, Fath akan senang sekali jika kita menyimaknya dan membentulkan kesalahannya dengan cara yang ahsan, yaitu tadi ya, dengan tidak mempermalukannya.
Bahkan Fath sebenarnya dah bisa al fatihah, memang sih pada banyak bolong-bolongnya walau sebenarnya dia sudah bisa mengikuti. Mudah-mudahan kelak ketika ia masuk sekolah, semua akan lebih baik lagi.

O iya, Fath pun dah bisa mengubah lagu. Ini lagu gubahannya...
Kring kring punyi sepeda, sepedaku roda dua, kudapat dari ayah, karena rajin bekerja.
Tuk tuk tuk bunyi sepatu, sepatuku kulit lembu, kudapat dari ibu, karena rajin membantu.
Ngeng ngeng ngeng bunyi motor, motorku warna hitam, ku senang dibawa ayah, pergi berjalan-jalan.
Catatanya, bunyi huruf 'r'nya belum terlalu bersih, terkadang terdengar seperti huruf 'l', terkadang terdengar bunyi huruf 'r' orang cadel.

Satu lagi candu Fath yang agak keterlaluan adalah minta dibacakan cerita di angkot. Alamak, saya bahkan pernah diprotes supir angkot gara-gara hobinya ini. Fath ini suka gak tahan sih ya jika melihat buku untuk dia. Maunya dibacakan langsung, tidak pakai menunggu lama.

Ini kisah saya diomeli sopir angkot yang pernah saya share di face book :

Seumur2 baru kali ini saya diprotes pilot angkot. Pilotnya memohon dan saya terpaksa cuma bilang, "maaf Mas" dan aktifitas saya tetap berlanjut; dengan pura2 tidak dengar ketika si pilot bilang, "yah si Ibuk, jadi ngantuk nih."
###
Biasalah kawan, ini Fathimah si gadis kecilku berulah lagi.
Begitu keluar dari toko buku, Fath sudah gak tahan pengen nyobek sampulnya dan melihat2 gambar di buku.
Saya sudah peringatkan, "Nanti sayang, ini kita buru2. Uda dan Uni dah lama menunggu. Ini juga gerimis, nanti bukunya basah lho. Sabar ya."
Pertamanya sih Fath ngangguk, kayaknya ngerti; bisa diajak kerja sama gitu. Eh...baru juga duduk di angkot Sampangan, mata kecilnya sudah memohon. Dia bilang, "gak hujan lho Mi di sini."
Yee...nih anak, semua orang juga tahu. Di angkot mana ada hujan. Pinter deh...
"Cuma lihat gambalnya aja Mi, boleh ya?",pintanya. Dan seperti biasa diriku-pun tak tega kawan, tak sobek deh sampulnya. Dan mulailah Fath memelototi gambar2 cantik di bukunya.
Eh...nih angkot malah ngetem, tahu sendirikan? Mana ada anak yang betah nunggu pilot ngetem. Maka mulailah tragedi itu, "tolong bacakan Mi",pinta Fath. Setelah berulang kali Fath mengajukan proposal akhirnya saya mengalah, lagian ini angkot sepi penumpang kok. Cuma ada 5 orang, itu sudah termasuk Fath dan Pilot.
Dan mulailah saya membacakan cerita. Cerita tentang dongeng anak2 sebelum tidur.
Fath-nya senang, si ibuk di samping saya juga senang, si Bapak di seberang kami juga senang. Tapi si Pilot tidak senang, dan proteslah ia, "halah...jadi ngantuk nih denger cerita, mana gerimis lagi, mana jam tidur siang lagi. Aduh...tolonglah Buk, berhenti dulu baca ceritanya, gimana?"
###
Dua penumpang selain kami ketawa melihat protes si Pilot, saya gak bisa berhenti dong. Emangnya kalau anak saya nangis Mas Pilot mau tanggung jawab.
Kalau ngantuk yang pulang tho Mas, kok malah nyopir. Iya tho prend, setujukan?

@edisi catatan perjalanan
episode parasaian tukang kasuah
11 Maret 2013

Tapi ada juga baiknya hobi Fath yang satu ini. Saya jadi memiliki ide untuk menulis ketika ada kesempatan setor cerita tentang 'Saya, Anak dan Buku'. Gak tanggung-tanggung kawan, alhamdulillah cerita saya menyabet juara 1 dengan nominal hadiah 3,5jt yang saya terima dalam bentuk buku. SubhanaLlah. Gembira deh anak-anak ketika paket bukunya nyampai di rumah. 1 set cerita tentang Sahabat Nabi. Kalau bukan hadiah, mikir saya nih membelinya secara cash. Karena bukunya yang sangat bagus, barangkali membeli secara arisan adalah pilihan saya, maklumlah keluarga PNS.

Si Uni Aisyah, Fathimah dan si Uda Hamzah (dok.pribadi)

Fath sekarang juga senang ikut belajar qiro'ati di rumah. Walau masih jilid 1 dan halaman 2. Salah satu penyebab tertundanya pelajaran adalah karena Fath belum ngerti. Maunya setiap hari belajar ngaji itu harus mulai dari halaman satu. Dia akan protes berat jika langsung ke halaman tiga sebagai lanjutan dari halaman dua kemarin. Masalahnya gurunya gak betah nih, kalau cuma menuruti Fath, waktu buat kakak-kakaknya bakal banyak tersita. Yee...pada protes deh si Uni dan si Uda.

Tidak ada komentar: