Tampilkan postingan dengan label Aisyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aisyah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2014

Kecelakaan di Dalam Rumah : Kepala Boneka yang Nyangkut di Lobang Hidung

Kawan, apa anakmu pernah kecelakaan di dalam rumah? Dua anak saya yang sudah agak besar, si Uni dan si Uda pernah kecelakaan di usia 2 tahunannya.  Fathimah yang saya pikir tidak akan ikut andil malah kecelakaan padanya membuat saya harus datang ke kantor Polsek.

Si Uni Aisyah kecelakaan di usia 2,5 tahun.
Kala itu Abinya membawa hadiah dari kantor dalam rangka memperingati ulang tahun BPKP. Abinya membawa 2 bungkusan. 1 bungkusan makanan dan satunya lagi bungkusan alat-alat tulis. Saya akui saya terlalai. Saya sibuk sekali karena usia bayi Hamzah kala itu baru 1 bulanan. Duh terasa banget repotnya karena kami gagal dapat pembantu. Sehingga bungkusan hadiah itu dibongkar-bongkar Aisyah bersama Abinya. Sedangkan saya sibuk dengan bayi Hamzah.

Kamis, 16 Januari 2014

Walau Terlihat Kecil Tapi Tak Ada yang Sia2

 "Bukankah besar dan kecil itu tergantung bagaimana kita memandangnya?"
Gadisku sudah 11 tahun, sudah pasti dah bisa membaca dong? Alhamdulillah.
Tapi saya tidak pernah menolak ketika ia meminta saya untuk membacakan buku, kecuali untuk alasan2 yang urgen tentu saja.

Kami juga rutin ke tokbuk sebulan sekali dan ia juga boleh membaca pulang buku cerita seperti adik2nya, ia tetap punya hak untuk itu.
P
ada hari2 libur sekolah seperti Jumat sore, Sabtu dan Minggu, saya juga membiarkannya membaca sepuasnya buku yang ia inginkan meski itu sedang musim ujian. Saya anggap itu bagian dari refreshing.
Gadisku, Aisyah
Dan saya juga tidak marah dan menyuruhnya membaca sendiri atau belajar ketika ia bergabung dengan 2 adiknya tatkala saya membacakan cerita untuknya.

Sabtu, 04 Januari 2014

Jackpot : Coretan Gadisku

 Anak sholehah itu tidak dilihat dari merk bajunya, tetapi dilihat dari akhlaknya yang terpuji, (belajar) menutup auratnya, (belajar) bersyukur dan (belajar) hidup sederhana.


Membongkar2 buku2 lama dan membaca2 coretannya adalah salah satu kebiasaan saya. Meski tak selalu namun tak jarang saya menemukan surprise, entah itu uang yang keselip, entah itu catatan yang mengharubiru, entah itu coretan2 yang menambah ilmu, bahkan tak jarang coretan2 kecil di masa lalu yang membuat pipi saya bersemu.
Apapun yang saya temukan, sejauh ini saya menganggapnya jackpot.

Senin, 23 Desember 2013

Cemburu yang Bernilai Karena Hari Ibu dan Anak

Semenjak memasuki usia SD, anak sulungku Aisyah selalu dapat bisikan dari para gurunya untuk terlibat memperingati hari ibu. Selalu heboh persiapannya. Mulai dari bertanya apa itu hari ibu hingga hadiah apa yang akan diberikannya.
Saya sendiri tidak pernah menganjurkannya untuk memberi hadiah. Saya selalu bilang, menjadi anak yang sholehah, patuh dan rajin belajar adalah hadiah yang tak ternilai bagi saya.

Sejujurnya, hingga di usia saya sekarang, akan memasuki usia 38 tahun, saya tak mengerti apa esensi hari ibu, pun saya tak ingin mencari tahu.

Jumat, 13 Desember 2013

Jika Uni Jadi Pemimpin RS

Tadi siang sepulang sekolah menjelang zuhur waktu semarang kami terhenti sejenak setelah sukses menyebrang di perempatan. Sebuah ambulance dari arah RS Kariadi lewat lengkap dengan raungannya.
Anak2 bertanya, apakah itu orang sakit? Saya jawab, belum tentu, bisa jadi yang dibawa itu adalah jenazah. Kemudian si Uda dan Fathimah kembali tertawa melanjutkan perjalanan, tetapi si Uni-ku mencoba meminta penjelasan lebih.
Saya jelaskanlah bahwa 'sangat jarang' di Indonesia ini orang sakit dijemput dengan ambulance, sejujurnya dalam hati saya malahan tidak yakin akan kata 'sangat jarang' itu, saya lebih yakin jika kata itu diganti dengan 'TAK MUNGKIN.'

Alasannya jelas, memperhatikan kejadian disekitaran saya bahwa ambulance hanya akan 'bergerak aktif' jika itu membawa jenazah dari RS atau pindah dari satu RS ke RS rujukan. Itupun berprosedur dan berbayar.
Padahal ambulance tadi itu kan dari RSUP, jadi kecil kemungkinan merujuk ke RS yang lebih 'kecil.'

Rabu, 11 Desember 2013

Bagaimana Caranya Sperma Bisa Sampai ke Sel Telur?

Seperti biasanya ketika kami (saya dan ketiga anak-anak saya) ngumpul sambil bercerita, selalu ada saja pertanyaan yang harus saya pending jawabannya. Bukan apa-apa, usia anak-anak ini bertikai 'lumayan' jauh untuk sebuah penjelasan serius.

Anak-anakku, si Uda Hamzah, si Uni Aisyah dan si Adek Fathimah

Gadisku, si Uni Aisyah per November kemaren genap 11 tahun, kelas VI SD, sedang masa tumbuh kembang menjadi seorang 'gadis remaja'. Meski ia belum haid, saya kok sedikit 'curiga' bahwa ia mulai 'ngeh' dengan jenis kelaminnya. 
Lelaki kecilku si Uda Hamzah per Maret tahun depan insyaaLlah akan 9 tahun, sekarang kelas III SD. Meski ia suka bertanya ini dan itu tapi pada dasarnya ia masih 'sangat' lugu. Ketertarikannya pada lawan jenis dan bentuk tubuh mereka sejauh ini hanya sebatas pemenuhan sifat ingin tahunya, bukan karena sesuatu yang bersifat nafsu.
Namun pada dasarnya, sebenarnya saya tidak keberatan memberikan uraian/ penjelasan tentang sesuatu yang bersifat sex education kepada mereka berdua secara bersamaan.
Masalahnya adalah si gadis kecil, si Adek Fathimah yang per Mei kemaren baru 4 tahun, sekarang masih di TK A, yang selalu bergabung dalam diskusi kami. Masalah yang paling pokok adalah karena ia tidak bisa untuk tidak terlibat aktif dalam setiap kegiatan, entah itu dengan sikap dan kelakuannya, entah itu dengan celotehnya. Dimana ujung-ujungnya sesuatu hal serius yang kami bicarakan, entah itu perbaikan akhlak/sikap, entah itu cara bertutur dsb menjadi guyonan gara-gara 'ikut campurnya'.

Minggu, 08 Desember 2013

UAS?? Biasa Aja Lagii...

Besok anak2 UAS. Mapelnya PKn dan Bahasa Arab. Meski saya tidak memaksa mereka untuk ambisius, dapat ponten bagus, namun membiasakan mereka mempersiapkan diri secara maksimal adalah prioritas saya.
Ini bukan masalah akan jadi dapat rangking atau tidak, tapi ini masalah pembiasan hal yang baik untuk mereka yaitu mempersiapkan diri secara maksimal dalam menghadapi sesuatu apapun. Sejauh ini saya tetap memahami bahwa hasil belajar yang sesungguhnya itu adalah belajar menjalani  proses.
Ayo persiapkan diri!! Itulah intinya, masalah hasil itu urutan kesekian.

Dan lihatlah, tadi itu Aisyah ketahuan diam2 baca Harry Potter. What?? Besok UAS lho...Tapi gadisku tak marah ketika saya menyita buku bacaannya. Lalu ia sibuk beberes2 buku, bukannya belajar. Hadeh...sekali lagi saya harus mengingatkannya. Meski intonasi suara saya mulai naik, namun saya tidak benar2 bertanduk.