Tampilkan postingan dengan label Hamzah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hamzah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2014

Sinyal Pertanda Sudah Siap Tampil Beda

Bahagia itu..., sederhana.
Belakangan ini saya memang tak mau memaksakan diri dalam banyak hal. Belakangan ini karena hal-hal sepele saya sering merasakan fisik agak drop. Akibatnya? Human error! Hamzah mau sekolah tapi celananya belum dicuci. Alamak...
Sebenarnya dari semalam saya sudah menyadarinya. Tapi saya lemes dan males melemparnya ke mesin cuci.
Hohoho...karena melemparnya bukan perkara sepele bagi saya. Ada rangkaian menyortir jenis pakaian, mengucek-ngucek yang kotor banget dulu dengan air bersih, ngisi bak mesin, masukin deterjen, kemudian baru deh muter, mbuang air, ngisi lagi terus begitu berulang-ulang sampai di rasa bersih.

Jumat, 31 Oktober 2014

Lelaki Kecilku Tak Rela Umminya Dihina

Sedang belajar memuji sekolah anakku lagi.
Kemaren lusa di siang menjelang ashar, lelaki kecilku bercerita bahwa ia sangat marah pada temannya. Tapi karena saya telah membisikinya sejak zaman dulu kala bahwa ia hanya boleh balas memukul, menampar ataupun menendang jika ia memang tak bisa bersabar dan itupun harus temannya yang memulai uji fisik duluan.


Kemaren lusa itu, lelaki kecil ini marah karena temannya telah mengejek saya. Saya coba usut, ternyata lelaki kecil ini telah menolak membagikan lauk makan siangnya pada si teman.
Lalu si teman bilang, "Huu...dasar Ummimu cerewet, bla...bla...bla." Lelaki kecilku marah menahan emosinya.
Saya tegaskan kenapa harus marah? Biarkan saja, toh kita tidak akan mati hanya gara2 kita diejek. "Ummi nih ya, Ham, jangankan anak kecil, orang dewasa saja kalau mengejek akan Ummi biarkan. Jangan biarkan kita dibikin emosi oleh orang lain. Ayo belajar sabar, anggap ini pelatihan mengelola emosi."
"Tapi Mi, Uda gak suka kalau ada yang mengejek Ummi!" Lelaki kecilku menjerit.
Meski mencoba berempati atas gundahnya, tak urung hatiku melambung2 berjingkrakan, terbang ke langit tinggi. Jiaahh...*edisi si emak mengangkasa*

Minggu, 13 April 2014

Kecelakaan di Dalam Rumah : Potongan Gabus yang Sembunyi di Lobang Hidung

Lain pula dengan kecelakaan yang dialami Hamzah. 
Kala itu usianya pun 2 tahunan. Kejadian sekitar bukan Agustus, kira-kira usianya 2 tahun 5 bulan. Usia dimana ia sedang hobi memasuk-masukkan barang ke hidung, telinga dan mulut.

Kejadiannya Maghrib. Rumah tipe 36 kami masih asli. Sehingga ketika lampu mati terasa sekali betapa sempitnya rumah ini. Lampu mati. Gerah dan pengab.
Saya menitip Hamzah pada Uni Aisyah kecil yang belum genap 5 tahun, saya hendak sholat maghrib.

Tiba-tiba kekhusyukan saya terganggu. Saya mendengar bunyi nafas berat yang ditarik. Si Uni kecil dan si adek Hamzah yang juga masih kecil berdiri mematung di pintu kamar. Asli saya terganggu. Selagi sholat sampai melirik-lirik ke mereka berdua.
Saya baca saja ayat-ayat pendek. Sholat saya harus segera usai.

PXP, Penantian Panjang Lelaki Kecilku

Bolehlah ku katakan ini adalah sebuah penantian panjang, bahkan saangat panjang. 
Coba bayangkan, dari umur 2 tahunan lelaki kecilku ini tertarik dengan games PXP dsj karena melihat abang-abang sepupunya yang bersitungkin dengan PxPnya. Dan ia merengek meminta seperti punya abang-abangnya. Tapi yang saya suguhkan kepadanya hanya segala macam CD dan DVD yang beraroma ilmu pengetahuan dan pendidikan, seperti Bobby Bola dan Akal Interaktif.

Untuk sementara keinginannya bisa diredam. 
Pertama, kami kala itu berdomisili jauh dari abang-abang sepupunya. Pertemuan Hamzah lelaki kecilku dengan para abang hanya ketika kami membawanya pulang kampung kala lebaran.

Jumat, 24 Januari 2014

Perbedaan dan Pertengkaran

"Perbedaan tidak mesti memancing pertengkaran. "


"Apakah perbedaan itu selalu menimbulkan pertengkaran, Mi?" lelaki kecilku bertanya dengan lugu. 

Saya jelaskan bahwa tak selalu perbedaan itu menimbulkan pertengkaran, tergantung bagaimana orang menyikapi perbedaan itu. Seringkali bahkan perbedaan itu membuat kita menjadi akrab, berteman dengan baik.
Tapi saya penasaran, apa ya defenisi perbedaan di mata lelaki kecilku itu? 
Ini nih titik lemah emak2 yang penasaran. Ada apa?

Kamis, 16 Januari 2014

AMd = Ahmad Madura

Saya jelaskan ya, ini bukan menjelek2kan gelar akademis seseorang. Tapi dalam perjalanan kehidupan saya ini, seringkali saya menemukan gelar2 akademis yang dipelesetkan. Entah itu untuk guyonan, entah memang itu untuk ejekan, dan segala macam alasan lainnya.
Tapi yang dilakukan anak saya ini benar2 sebuah spontanitas karena ketidaktahuannya.


Pagi itu ketika saya memintanya untuk membuka gembok pagar, lelaki kecilku, si Uda Hamzah, memberikan hiburan pagi.
Setelah membuka gembok, ia keluar pagar lengkap dengan pakaian seragam sekolahnya plus dengan tas dipunggung. Tiba2 ia berseru, "coba lihat, ada 'orang yang dipakukan' ke pohon kayu!"

Senin, 23 Desember 2013

Cemburu yang Bernilai Karena Hari Ibu dan Anak

Semenjak memasuki usia SD, anak sulungku Aisyah selalu dapat bisikan dari para gurunya untuk terlibat memperingati hari ibu. Selalu heboh persiapannya. Mulai dari bertanya apa itu hari ibu hingga hadiah apa yang akan diberikannya.
Saya sendiri tidak pernah menganjurkannya untuk memberi hadiah. Saya selalu bilang, menjadi anak yang sholehah, patuh dan rajin belajar adalah hadiah yang tak ternilai bagi saya.

Sejujurnya, hingga di usia saya sekarang, akan memasuki usia 38 tahun, saya tak mengerti apa esensi hari ibu, pun saya tak ingin mencari tahu.

Minggu, 08 Desember 2013

UAS?? Biasa Aja Lagii...

Besok anak2 UAS. Mapelnya PKn dan Bahasa Arab. Meski saya tidak memaksa mereka untuk ambisius, dapat ponten bagus, namun membiasakan mereka mempersiapkan diri secara maksimal adalah prioritas saya.
Ini bukan masalah akan jadi dapat rangking atau tidak, tapi ini masalah pembiasan hal yang baik untuk mereka yaitu mempersiapkan diri secara maksimal dalam menghadapi sesuatu apapun. Sejauh ini saya tetap memahami bahwa hasil belajar yang sesungguhnya itu adalah belajar menjalani  proses.
Ayo persiapkan diri!! Itulah intinya, masalah hasil itu urutan kesekian.

Dan lihatlah, tadi itu Aisyah ketahuan diam2 baca Harry Potter. What?? Besok UAS lho...Tapi gadisku tak marah ketika saya menyita buku bacaannya. Lalu ia sibuk beberes2 buku, bukannya belajar. Hadeh...sekali lagi saya harus mengingatkannya. Meski intonasi suara saya mulai naik, namun saya tidak benar2 bertanduk.

Sabtu, 16 November 2013

Sesuatu dari Lelaki Kecilku

Anak itu ya, sesuatu banget yah..., bisa bikin Maknya ketawa ngakak, juga bisa bikin Maknya ngurut dada plus geleng-geleng kepala.
Kemaren itu Hamzah belajar outdoor, di Pantai Marina, dari pagi hingga pukul 1 siang. Pagi-paginya saya sudah keteteran karena bekal lauk untuk bekal makan siangnnya disana, yang harus dibawa dari pagi, habis dimakannya dengan si Uni, dijadiin snack sambil nonton TV.
Ternyata mereka bertiga bersekongkol, Fathimah menghabiskan cabenya, si Uni dan si Uda melahap ayamnya, tandas. Jadilah sepagi-paginya saya ngebut masak disambi ngurus anak 3, sendirian.
Eh pulang-pulangnya dari Marina, Hamzah menenteng kantong asoy (kresek), ternyata isinya umang-umang (kerang-kerang) cilik dalam jumlah yang sangat banyak. Katanya mau dipelihara.

Jumat, 28 Juni 2013

Makanya, Ummi Harus Rajin-rajin Mengaji Al Qur-an,...

Kembali lelaki kecilku sedikit 'mogok'. Hamzah berharap Jum'at ini pergi sholat bareng Abi, tapi ternyata Abi dah berangkat dari tadi malam ke 'bumi perkemahan'.
"Jum'at ini libur dulu sholat Jum'atnya ya, Mi," Hamzah merajuk.
"Tidak bisa sayang, kok sholat pakai libur2. Yang libur2 sholat itu anak perempuan kalau sudah baligh."
"Tapi Hamzah maunya sholat Jum'atnya sama Abi."
"Abinya kan pergi, sayang. Nanti Ummi anterin lagi sampai teras mesjid, bagaimana?"
"Hamzah ini kan masih kecil Mi, belum wajib sholat Jum'atnya."
Tuh, mulai lagi deh.

Minggu, 02 Juni 2013

Jum'atan Pertama Lelaki Kecilku Tanpa Abi

“Nanti kalau sudah kelas 3, Hamzah akan benci hari Jum’at.” Itulah celetukan lelaki kecilku ketika seorang ibu (orang tua murid yang lain) menanyakan kenapa Hamzah belum jum’atan di sekolah. Jum’at itu saya yang bertugas menjemputnya, meski sebenarnya Abinya di dalam kota. Tetapi karena kedatangan Kepala Kantor Pusat, Abinya tidak bisa meninggalkan kantor seperti biasa.

“Kenapa?” Saya penasaran dong, pengen mendengar jawabannya. Meski sebenarnya saya sudah tahu apa jawabannya. Ternyata menurut Hamzah, karena jum’atan di sekolah itu tidak asik, asiknya ikut jum’atan itu di kantor Abi atau bersama Abi. Saya makin geli mendengarnya. Padahal setahu saya, Hamzah bersemangat ikut jum'atan di kantor Abi karena itu berarti habis jum'atan bisa bermain internet sepuasnya dengan sinyal inet yang lancar. Atau kalau tidak sholat di kantor, berarti sholat di mesjid dekat rumah. Itu artinya habis jum'atan bisa berkeliling-keliling dulu seputaran kompleks sebelum masuk ke rumah.

Lelaki kecilku ini baru Maret kemaren 8 tahun usianya. Meski begitu saya ingin ia terbiasa melakukan jum’atan,

Rabu, 22 Mei 2013

Kembali ke Celengan

“Beli sepatu dong Mi,” pinta Hamzah. 
Saya melongo, sepatu? “Ada apa dengan sepatunya, gak muat lagi atau sudah sobek?” saya bertanya ingin tahu. 
Lelaki kecilku cengengesan. 
“Dia mau hadiahnya Mi,”timpal Aisyah, gadisku yang sedang tumbuh besar. 
Hadiah? Aku makin penasaran, hm adakah sesuatu yang tidak ku ketahui? Dan mengalirlah cerita tentang iklan sepatu itu dari mulut kedua bocahku. Jadi ceritanya beli sepatu dapat hadiah mobil. Mobil-mobilan ya, bukan mobil sungguhan.

Beberapa waktu yang lalu saya memang pernah membelikan Hamzah sepatu sandal berhadiah tank mainan beremot kontrol. Baik sepatu sandal ataupun rencana sepatu yang mau dibeli Hamzah ini juga dari merek yang sama. Hm, trik penjual sepatu untuk memikat anak-anak.