Fath kecilku sama seperti kakak-kakaknya , suka meniru,
bertanya dan berkomentar seusai dengan nalarnya. Saya memang membiasakan menanyai anak-anak tentang pendapat mereka terhadap sesuatu dan memberi mereka
ruang berkreasi. Menurut saya itu penting, karena akan memicu analisis,
kepedulian dan juga aktifitasnya. Sekalipun begitu tak jarang saya tetap
terkejut-kejut menghadapi tingkah mereka.
Suatu ketika saya pernah menemukan Fath bergelantungan di
kain jendela hordeng kamar. Tentu saya agak khawatir, mana kuat hordeng itu
menahan berat tubuhnya, belum lagi tangannya kan belum begitu kuat, masih 2
tahun dia kala itu. Saya hampiri dan bertanya, "Dek Fath lagi ngapain,
hati-hati...nanti bisa jatuh lho."
"Ini Mi, lagi menilu Jiego," jawabnya. "Ayun-ayun di pohon."
"Ini Mi, lagi menilu Jiego," jawabnya. "Ayun-ayun di pohon."