Minggu, 26 Oktober 2014

Berempat, Bertiga, Berdua, Bersatu

Sepenggal cerita menjelang anak2 tidur di malam ini.

Ditinggal pergi lagi. Sudah biasa sih sebenarnya. Orang kita sejak awal menikah sudah begitu. Tapi buat Hamzah -si Uda kecil-, ini hal yang sedikit luar biasa.
"Sepi ya, Mi. Kita cuman bertiga. Kalau abinya lama perginya kita bakal lama nih bertiganya."
"Lho kenapa memangnya, biasanyakan abi juga pergi2."
"Enggak Mi. Dulu tuh ada uni. Kalau abi pergi kita jadi ber-empat."
Saya ketawa. "Apa Uda mau tidur di kamar Ummi?"
Si Uda kecilku tertawa kegirangan dapat tawaran manis. Biasanya dulu kalau abi pergi DL, si uda nyaman saja tidur di kamarnya sendiri. Soalnya kan di kamar sebelah ada si uni. Lha...sekarang? Rumah lumayan gede ini cuman dihuni 3 orang.

"Nanti itu, Mah, kalau Uda sudah masuk pesantren pula kaya Uni, kalau abinya pergi dinas, cuma ada ummi sama Fathimah aja. Wuu...sepi. Gak asik lho." Si Uda mulai menggoda Fathimah.
"Dulu waktu ada uni, kalau abi pergi kita tinggal BEREMPAT. Sekarang uni pergi sekolah, abinya pergi, kita jadi tinggal BERTIGA. Besok kalau Uda masuk pesantren dan abinya pergi, Fathimah tinggal BERDUA sama ummi." Si Uda menambahkan.
"Trus kalau Amah juga masuk pesantren, Da," Fathimah menyahuti si Uda, "Dan kalau babah pergi kerja, ummi jadi BERSATU."
Dan kedua bocah itu tertawa ngakak entah kenapa. Mungkin membayangkan si ummi yang planga plongo ditinggal sendiri.
"Maksud Fathimah, nanti kalau semuanya pada pergi, Ummi jadi sendirian di rumah, begitu?" Saya mencoba meluruskan defenisi BERSATUnya.
Fathimah mengangguk2 sambil menghabiskan jatah susu sebelum tidurnya.

Anak2ku
Bersama Monkey Gua Kreo (Dok.Pribadi)




 Alhamdulillah terbayar lunas rasanya lelah seharian ini melihat kedua bocahku tertawa gembira.
Bahagia itu sederhana.

Tidak ada komentar: