Bahagia itu....sederhana?
"Nanti kalau Amah sudah dewasa, Amah akan bawa Ummi ke Mekkah."
"Benarkah, sayang?"
"Iya, Amah janji sama ALlah. Amah akan bawa babah juga."
Fathimahku berbicara penuh semangat, mata bulatnya bercahaya. Si Uda senyum-senyum di sampingnya.
"Tapi kalau nanti Adek sudah dewasa, Umminya dah tua dong. Kalau Ummi gak kuat jalan lagi, bagaimana?"
"Amah akan bimbing Ummi, Amah akan pegang tangan Ummi."
"Tapi Ummi maunya digendong, kan sudah nggak kuat jalan lagi."
Kening gadis kecilku berkerut sejenak, kemudian dia mendekat dan menarik kepala saya, mulutnya didekatkannya ke telinga saya.
"Nanti tuh kalau Amah sudah dewasa Amah kan sudah menikah tuh, Mi. Amah akan minta suami Amah menggendong Ummi. Ummi mau?"
Hamzah si Uda tertawa terkikik-kikik karena bisikan Fathimah yang kurang pelan, jadi ketahuan deh bisikannya.
Yup, bahagia itu ketika saya masih bisa menikmati kelucuan dan celoteh anak-anak. Bahagia itu ketika saya masih bisa bersyukur pada karunia-Nya karena titipan tanggung jawab atas 3 bocah ini.
Sederhana, bukan?
Si kecil sekarang sudah lewat 5 tahun, padahal sebelum celotehnya di atas itu, kami bertiga minus si Uni sibuk bercerita mengomentari foto-foto dimana Fathimah belum bisa berdiri.
Bahagia itu benar-benar sedehana.
(Mengumpulkan yang terserak di sini : https://www.facebook.com/vetrieni.munir/posts/668225213298316?pnref=story )
***
Saya ini manusia biasa, ibu yang biasa. Terkadang rasa lelah benar-benar menggerogoti semuanya. Entah itu kesabaran, entah itu kelembutan, entah itu rasa syukur, semuanya hilang. Bawaannya bosan melulu dan rasa lelah yang tiada putus.
Tapi itulah ajaibnya celoteh anak-anak itu. Mereka mengembalikan emaknya ke permukaan bumi, agar tetap bisa memijak dengan kokoh.
Mereka memberikan kebahagiaan yang tak ternilai, andai kita mau sejenak untuk duduk mendengarkan mereka serta memandang mata beningnya. Bagi saya inilah suplemen yang sempurna.
Bagi saya bukan apa yang dijanjikannya, bukan masalah ia kelak akan memenuhinya atau bukan. Tetapi mengalirkan rasa sayang dan mengungkapkannya dengan baik itu yang sangat penting.
Masalah kelak itu akan seperti apa, itu benar-benar saya serahkan pada ALlah. Do'aku hanya agar ALlah senantiasa menjaganya, menyelamatkan dunia dan akhiratnya.
Bagi saya bukan apa yang dijanjikannya, bukan masalah ia kelak akan memenuhinya atau bukan. Tetapi mengalirkan rasa sayang dan mengungkapkannya dengan baik itu yang sangat penting.
Masalah kelak itu akan seperti apa, itu benar-benar saya serahkan pada ALlah. Do'aku hanya agar ALlah senantiasa menjaganya, menyelamatkan dunia dan akhiratnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar