Seperti biasanya ketika kami (saya dan ketiga anak-anak saya) ngumpul sambil bercerita, selalu ada saja pertanyaan yang harus saya pending jawabannya. Bukan apa-apa, usia anak-anak ini bertikai 'lumayan' jauh untuk sebuah penjelasan serius.
 |
| Anak-anakku, si Uda Hamzah, si Uni Aisyah dan si Adek Fathimah |
Gadisku, si Uni Aisyah per November kemaren genap 11 tahun, kelas VI SD, sedang masa tumbuh kembang menjadi seorang 'gadis remaja'. Meski ia belum haid, saya kok sedikit 'curiga' bahwa ia mulai 'ngeh' dengan jenis kelaminnya.
Lelaki kecilku si Uda Hamzah per Maret tahun depan insyaaLlah akan 9 tahun, sekarang kelas III SD. Meski ia suka bertanya ini dan itu tapi pada dasarnya ia masih 'sangat' lugu. Ketertarikannya pada lawan jenis dan bentuk tubuh mereka sejauh ini hanya sebatas pemenuhan sifat ingin tahunya, bukan karena sesuatu yang bersifat nafsu.
Namun pada dasarnya, sebenarnya saya tidak keberatan memberikan uraian/ penjelasan tentang sesuatu yang bersifat sex education kepada mereka berdua secara bersamaan.
Masalahnya adalah si gadis kecil, si Adek Fathimah yang per Mei kemaren baru 4 tahun, sekarang masih di TK A, yang selalu bergabung dalam diskusi kami. Masalah yang paling pokok adalah karena ia tidak bisa untuk tidak terlibat aktif dalam setiap kegiatan, entah itu dengan sikap dan kelakuannya, entah itu dengan celotehnya. Dimana ujung-ujungnya sesuatu hal serius yang kami bicarakan, entah itu perbaikan akhlak/sikap, entah itu cara bertutur dsb menjadi guyonan gara-gara 'ikut campurnya'.