Jumat, 28 Juni 2013

Makanya, Ummi Harus Rajin-rajin Mengaji Al Qur-an,...

Kembali lelaki kecilku sedikit 'mogok'. Hamzah berharap Jum'at ini pergi sholat bareng Abi, tapi ternyata Abi dah berangkat dari tadi malam ke 'bumi perkemahan'.
"Jum'at ini libur dulu sholat Jum'atnya ya, Mi," Hamzah merajuk.
"Tidak bisa sayang, kok sholat pakai libur2. Yang libur2 sholat itu anak perempuan kalau sudah baligh."
"Tapi Hamzah maunya sholat Jum'atnya sama Abi."
"Abinya kan pergi, sayang. Nanti Ummi anterin lagi sampai teras mesjid, bagaimana?"
"Hamzah ini kan masih kecil Mi, belum wajib sholat Jum'atnya."
Tuh, mulai lagi deh.
"Iya, Ummi tahu anaknya masih kecil. Justru karena masih kecil itu harus belajar. Agar kelak sudah baligh Hamzah sudah terbiasa. Coba lihat orang2 yang tidak sholat Jum'at itu, kebanyakan karena dari kecil mereka tidak dibiasakan orang tuanya." Saya membujuk, berniat merengkuh hatinya. "Hamzah tahu, setiap langkah kaki anak Ummi yang sholeh ini, akan dicatat malaikat sebagai amal kebaikan. Kelak langkah kaki ini yang akan membawa Hamzah ke syurga. Hamzah maukan masuk syorga?"
"Jadi langkah kakinya dihitung malaikat, Mi?" Hamzahku bertanya.
"Iya, bahkan Hamzahpun bisa menyelamatkan Ummi kelak jika Ummi masuk neraka."
Maksud hati saya ngomong begitu, biar dia merasa betapa 'berharga'nya langkah kakinya itu.
Tetapi lelaki kecilku yang ceplas ceplos malah berujar , "Makanya, Ummi harus rajin2 mengaji Al Qur-an, agar Ummi tidak masuk neraka."
Glek, pil itu tertelan sempurna tanpa air dan daku keselek, sedikit kehilangan oksigen.
"Terima kasih, Ummi akan ingat itu dengan baik. Tapi apa Uda tidak mau menolong Ummi dan Abi kelak jika ternyata Ummi dan Abi masuk neraka?"
"Maulah Mi, kan Hamzah sayang," kamipun berpelukan erat.
"Kalau begitu, ayo siap2, jangan sampai keduluan sama khotibnya. Tidak baik. Ntar khotibnya dah naik mimbar, Hamzahnya baru datang."
Alhamdulillah, anak baik itu kembali sholat jum'at sendiri (tanpa Abi maksudnya ye..), diriku hanya mengantar hingga teras mesjid.
Begitulah sekelumit kisah kami menjelang waktu jum'atan. Hehehe seperti mengulang kisah sebelumnya dalam episode : Jum'atan Pertama Lelaki Kecilku Tanpa Abi

 

 

Tidak ada komentar: