Tadi siang sepulang sekolah menjelang zuhur waktu semarang kami terhenti sejenak setelah sukses menyebrang di perempatan. Sebuah ambulance dari arah RS Kariadi lewat lengkap dengan raungannya.
Anak2 bertanya, apakah itu orang sakit? Saya jawab, belum tentu, bisa jadi yang dibawa itu adalah jenazah. Kemudian si Uda dan Fathimah kembali tertawa melanjutkan perjalanan, tetapi si Uni-ku mencoba meminta penjelasan lebih.
Saya jelaskanlah bahwa 'sangat jarang' di Indonesia ini orang sakit dijemput dengan ambulance, sejujurnya dalam hati saya malahan tidak yakin akan kata 'sangat jarang' itu, saya lebih yakin jika kata itu diganti dengan 'TAK MUNGKIN.'
Alasannya jelas, memperhatikan kejadian disekitaran saya bahwa ambulance hanya akan 'bergerak aktif' jika itu membawa jenazah dari RS atau pindah dari satu RS ke RS rujukan. Itupun berprosedur dan berbayar.
Padahal ambulance tadi itu kan dari RSUP, jadi kecil kemungkinan merujuk ke RS yang lebih 'kecil.'
Anak2 bertanya, apakah itu orang sakit? Saya jawab, belum tentu, bisa jadi yang dibawa itu adalah jenazah. Kemudian si Uda dan Fathimah kembali tertawa melanjutkan perjalanan, tetapi si Uni-ku mencoba meminta penjelasan lebih.
Saya jelaskanlah bahwa 'sangat jarang' di Indonesia ini orang sakit dijemput dengan ambulance, sejujurnya dalam hati saya malahan tidak yakin akan kata 'sangat jarang' itu, saya lebih yakin jika kata itu diganti dengan 'TAK MUNGKIN.'
Alasannya jelas, memperhatikan kejadian disekitaran saya bahwa ambulance hanya akan 'bergerak aktif' jika itu membawa jenazah dari RS atau pindah dari satu RS ke RS rujukan. Itupun berprosedur dan berbayar.
Padahal ambulance tadi itu kan dari RSUP, jadi kecil kemungkinan merujuk ke RS yang lebih 'kecil.'