Lebaran haji tahun ini adalah kali pertamanya Fathimah mengerti diajak melihat penyembelihan. Bukan apa-apa, kemaren itu lokasi penyembelihan sangat dekat dengan rumah. Dulu sih pernah diajak, tapi kala itu ia masih kecil banget, belum setahun umurnya.
"Kenapa mbek-nya dikolbankan, Babah? Amah ndak mau ia disembelih, Amah sayang mbek," Fathimah menangis sedih ketika melihat kambing-kambing digorok lehernya.
Abinya (Fathimah memanggilnya Babah) menjelaskan, itulah yang disebut dengan peristiwa qurban. Kemudian dijelaskanlah bagaimana peristiwa itu terjadi, kisah Nabi Ibrahim a.s. dan anaknya Nabi Isma'il a.s., tentu saja dengan bahasa anak-anaknya. Alhamdulillah ini tidaklah terlalu sulit untuk menjelaskannya karena di sekolahnya (TK A) Fathimah juga sudah mendapatkan informasi dari ibu gurunya bahkan mereka dilibatkan dalam kegiatan manasik haji di sekolah.
| Fathimah (kanan) dan temannya Nazwa sehabis manasik haji |
Ternyata tontonan penyembelihan itu 'terekam baik' oleh Fathimah. Beberapa hari setelah peristiwa penyembelihan itu, Fathimah menanyakan sesuatu yang membuat saya terkejut. Ia ngin mempraktekkan penyembelihan juga.
"Apa Ummi mau dikolbankan?" tanyanya dengan lugunya.
